Call for Abstract IC-Halal 2023

2023-05-13

flayer1.jpg

LATAR BELAKANG   

Indonesia merupakan sebuah negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak yang dapat dilihat pada jaminan halal pada makanan dan mimuman serta kebudayaan muslim yang kenyal di kehidupan masyarakat. Makanan, pakaian, dan tempat wisata merupakan produk halal yang saat ini berkembang pesat di Indonesia. Tujuan hal tersebut adalah sebagai daya tarik wisatawan dan investor domestik maupun mancanegara, dan untuk menjaga kehalalan produk yang akan dikonsumsi atau dipakai oleh kaum muslimin. Penerapan industri halal menjadi tren bagi negara-negara di dunia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi negara dalam mengadapi ekonomi tradisional. Beberapa negara yang mayoritas non-muslim juga ikut mengembangkan industri halal di negara mereka. Jepang berupaya fokus pada pengembangan fasilitas untuk wisataman muslim baik bagi wisataman domestik atau asing seperti tempat ibadah, sertifikasi halal untuk makanan konsumsi, dan pengingapan. Begitupun dengan Kanada yang menerapkan industry halal melakui pengembangan sertifikat halal di mayoritas restoran. Serta beberapa kegiatan terkait halal seperti Muslim Fest atau Halal Food Fest. Tidak hanya kedua negara di atas, Tiongkok juga mulai mengembangkan industri dengan menjadi produsen untuk produk halal yang ditandai dengan menetapkan kota Wuchong di Provinsi Ningxia sebagai pusat industrI halal dimana berdiri 10.000 pabrik di Kawasan industri halal tersebut. Di Asia Tenggara ada Singapura yang juga mengembangkan industri halal dengan penambahan logo-logo Halal pada makanan. Potensi dan perkembangan industri halal oleh beberapa negara maju di dunia tersebut menjadikan industri halal sebagai salah satu topik unggulan dalam pengembangan yang dilakukan oleh Universitas Muslim Indonesia (mulai dari tren penelitian hingga kerjasama dengan mitra). Sehingga, hal inilah yang menjadi landasan penyelenggaraan International Conference on Halal, Policy, Culture, and Sustainability Issues (IC-Halal UMI) selama 4 tahun terakhir yang telah menghadirkan pembicara yang kompeten di bidangnya. Tahun 2023 merupakan tahun ke-lima pelaksanaan konferensi ini yang diberi nama “The 5th International Conference on Halal, Policy, Culture, and Sustainability” atau yang disingkat dengan: The 5th IC-Halal UMI, dengan mengusung tema “Halal Industry: Current Trends and New Challenge”.    

TUJUAN KEGIATAN  

  1. Meningkatkan motivasi bagi dosen dan mahasiwa khusus pada kajian halal industri di Universitas Muslim Indonesia secara khusus dan dunia secara umum.
  2. Meningkatkan atmosfer akademik yang berkelas internasional terutama bagi dosen dan karyawan Universitas Muslim Indonesia.
  3. Mendorong mahasiswa dan dosen untuk meningkatkan kualitas publikasi melalui kegiatan skala internasional
  4. Meningkatkan dan memperluas jejaring antar universitas dan institusi lain yang berkaitan kajian halal industry di tingkat internasional.    

LINGKUP KEGIATAN

Lingkup pelaksanaan kegiatan ini meliputi:

  1. Seminar Internasional (The 5th IC-Halal UMI); yang menghadirkan 5 pembicara kunci/keynote speakers) dari 5 negara dan akan diikuti kurang lebih 300 peserta
  2. Student Paper Competition; sebagai sarana bagi mahasiswa untuk berkompetisi secara ilmiah dengan memaparkan hasil penelitian yang berkolaborasi dengan dosen
  3. Road to 5th IC-Halal UMI; merupakan kegiatan awal dari 5th IC-Halal UMI yang menghadirkan pembicara terkait penulisan artikel ilmiah

WAKTU DAN TEMPAT

Pelaksaanaan konferensi internasionalnya rencana dilaksanakan pada tanggal 18- 19 September 2023. Pelaksanaan kegiatan diselenggarakan di Gedung Al-Jibra Kampus II Universitas Muslim Indonesia. 

SASARAN PESERTA 

  1. Dosen dan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia
  2. Dosen dan peneliti di dalam dan luar negeri
  3. Praktisi atau industri dalam ruang lingkup industri halal
  4. Seluruh elemen masyarakat Indonesia

 SUBMIT